PkM Prodi PAK FKIP UKI Bekali Jemaat GMIT Bajawa NTT Hadapi Tantangan Era Digital Untuk Perkuat Relasi Keluarga
Written by Daniel Tanamal on 20 August 2025
Jakarta, RPK FM — Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Prodi PAK FKIP) Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Jemaat “Ebenhaezer” GMIT Bajawa, Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu, 2 Agustus 2025. Kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada keluarga dan remaja Kristen dalam menghadapi tantangan era digital yang memengaruhi kualitas relasi dalam keluarga.

Era digital telah membawa manfaat besar seperti kemudahan akses informasi dan komunikasi. Namun, dampak negatif seperti penyebaran disinformasi, krisis privasi, serta penurunan interaksi sosial juga mengancam keharmonisan keluarga. Fenomena ini tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tapi juga merambah wilayah-wilayah seperti Bajawa yang kini telah terkoneksi internet.
Tim PkM UKI yang terdiri dari Wellem Sairwona, M.Th., dan Christina M. Samosir, S.Pd.K., M.Pd.K., bersama dua mahasiswa, Anida Krismes Nababan dan Nefvina Agatha Christie, membawakan materi dengan tema “Pembekalan Keluarga dan Remaja Kristen Terkait Penurunan Kualitas Relasi Keluarga pada Era Digital.” Mereka mendorong agar internet digunakan secara bijak demi membangun relasi dan pengembangan iman dalam keluarga.

Dalam paparannya, Wellem Sairwona menyoroti ketidakharmonisan rumah tangga yang muncul karena dominasi dunia maya dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya membangun kembali relasi nyata berdasarkan nilai-nilai alkitabiah, seperti kasih dan saling menghormati antara suami, istri, dan anak. “Internet tidak boleh menggantikan sentuhan pribadi, tetapi hanya menjadi pelengkap dalam hubungan manusia,” tegasnya.
Sementara itu, Christina M. Samosir membahas peluang dan ancaman bagi remaja Kristen yang merupakan generasi digital. Ia mengingatkan pentingnya membekali mereka dengan nilai-nilai kekristenan agar mampu menyaring informasi dan gaya hidup yang bertentangan dengan iman. “Remaja perlu menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman untuk menghadapi pengaruh negatif digital sekaligus memaksimalkan potensi mereka di dunia maya,” ujarnya.

Ketua Majelis Jemaat “Ebenhaezer” GMIT Bajawa, Pdt. Victor K. E. Tualaka, S.Th., menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pembekalan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan warga jemaat, terutama remaja yang aktif menggunakan media sosial. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk pendampingan gereja di era teknologi.
Selain sesi utama, turut hadir Dr. Erni Murniarti, M.Pd. dari Prodi MAP UKI, yang berdiskusi dengan guru-guru lokal mengenai penerapan kurikulum “Deep Learning”. Sementara Medyawanti Pane, S.T., M.Sc. dari Prodi Teknik Mesin FT UKI memberikan pelatihan keterampilan membuat kerajinan dari bahan bekas, yang bernilai jual secara daring. Kegiatan ini menjadi contoh sinergi antara akademisi, gereja, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan digital secara konstruktif.

RPK FM