Kongres PIKI VII Jadi Ajang Satukan Gagasan untuk Bangsa

Written by on 1 May 2026

Jakarta, RPKFM — Kongres Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) VII tak sekadar digelar sebagai agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, forum ini diposisikan sebagai ruang strategis untuk merumuskan gagasan dan rekomendasi konkret bagi bangsa.

Ketua Panitia Kongres, Drs. Benyamin Patondok, M.M. yang akrab disapa Bento, menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk menjawab tantangan kebangsaan yang semakin kompleks. Hal itu ia sampaikan saat membuka kongres di Lumire Hotel, Jakarta Pusat, Kamis (30/4).

Pentingnya Ketahanan & Pertahanan Nasional

Dalam suasana yang sarat refleksi kebangsaan, peserta diingatkan pada dinamika global yang kian tak sederhana. Konflik internasional yang melibatkan negara-negara besar disebut berdampak luas, bahkan hingga menyentuh kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak. Kondisi ini menjadi pengingat pentingnya menjaga ketahanan dan persatuan di dalam negeri.

“Banyak negara runtuh karena gagal menjaga persatuan. Hal yang sama bisa terjadi jika kita tidak solid,” menjadi pesan yang mengemuka dalam forum tersebut.

Sebagai wadah intelektual, PIKI dinilai memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar ruang diskusi. Kongres ini diarahkan untuk memperkuat kontribusi nyata dalam menjaga persatuan nasional, terutama di tengah derasnya arus informasi dan fenomena “perang media”.

Media sosial, dalam hal ini, diakui memiliki peran besar dalam membentuk opini publik—baik sebagai perekat persatuan maupun potensi pemicu perpecahan.

Momentum Konsolidasi Gagasan

Karena itu, kongres ini menjadi momentum konsolidasi gagasan agar keberagaman Indonesia tetap menjadi kekuatan. “Bangsa ini milik bersama. Justru karena beragam, kita menjadi kuat,” menjadi penegasan nilai yang diangkat.

Bento juga mengungkapkan bahwa persiapan kongres telah dimulai sejak Januari, melibatkan berbagai elemen PIKI. Dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp900 juta, pelaksanaan kegiatan ini merupakan hasil gotong royong dari seluruh jajaran organisasi.

Eksistensi PIKI

Apresiasi turut disampaikan kepada Ketua Umum PIKI, Dr. Badikenita br Sitepu, atas keberhasilannya memperluas jaringan organisasi hingga terbentuk 29 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan 89 Dewan Pimpinan Cabang (DPC). Capaian ini dinilai memperkuat peran PIKI di tingkat nasional.

Dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh internal seperti Baktinendra, juga menjadi faktor penting terselenggaranya kongres. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa PIKI bergerak bersama dalam ekosistem yang lebih luas untuk berkontribusi bagi bangsa.

Kongres PIKI VII secara resmi dibuka oleh Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, yang ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya forum.

Berbekal pengalaman lintas sektor para anggotanya—termasuk kontribusi dalam kehidupan beragama di institusi negara—PIKI menegaskan posisinya sebagai organisasi yang tak hanya kuat secara gagasan, tetapi juga kaya pengalaman di lapangan.

Melalui kongres ini, PIKI menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari solusi nasional. Forum ini diharapkan mampu melahirkan ide-ide yang tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi rekomendasi nyata dalam menjawab berbagai persoalan bangsa—mulai dari isu sosial, ketahanan nasional, hingga pengelolaan keberagaman.

Kongres ini pun menjadi penegas bahwa intelektualitas yang terorganisir dapat bertransformasi menjadi kekuatan strategis bagi masa depan Indonesia.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL