Manuara Siahaan Ajak PEWARNA Indonesia Lakukan Pengawasan
Written by Argopandoyo Tri Hanggono on 1 August 2026
Jakarta, RPK FM – Bertempat di Rumah Aspirasi Manuara Siahaan Jalan Raya Ceger Jakarta Timur Jumat 31 Juli 2026, Ir. Manuara Siahaan menerima Persatuan Warawan Nasrani DKI Jakarta yang didampingi para Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia. Pertemuan yang digagas Ketua PEWARNA DKI Jakarta, Johan Sopaheluwakan Ketua PEWARNA DKI Jakarta itu berlangsung dengan penuh keakraban. Dalam acara itu Manuara mengajak PEWARNA bersinergi melakukan pengawasan sesuai dengan fungsinya.
Pengawasan yang dimaksud ada dalam banyak hal, termasuk dalam hal penyaluran Bantuan Operasional Tempat Ibadah, yang menurutnya masih terus berbenah. Hal itu agar agar kemanfaatan dana bantuan umat itu tepat sasaran. Manuara saat itu sedang berusaha menunjukkan bagaimana pengawasan dalam peran media. Manuara yang terjun ke dunia politik dengan latar belakang seorang profesional yang diminati Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini memang dikenal sebagai wakil rakyat yang banyak membantu hak-hak warga, termasuk umat Kristen di Jakarta.
“Saya mengundang siapapun masyarakat yang mengalami masalah,” begitu ungkapnya dihadapan banyak wartawan. “Silahkan datang di rumah aspirasi ini, saya akan berjuang untuk menjawab dan mencarikan jalan keluar terhadap persoalan yang tentu terkait hak sebagai warga negara”, lanjutnya menandaskan. Hal itu bukan hanya diucapkannya, bahkan pernah dilakukan. Yang salah satunya adalah saat terjadinya penolakan masyarakat terhadap pembangunan rumah ibadah GKPI. Demikan halnya dengan penyelesaian beberapa persoalan pungutan pajak tempat ibadah Kristen.
Dalam pertermuan itu, Manuara berjanji akan membantu PEWARNA DKI Jakarta agar mendapatkan bantuan dari pemerintah.
“Saya siapkan waktu untuk PEWARNA untuk duduk bersama merancang program yang bersinergi dengan Pemerintah DKI Jakarta,” demikian janjinya. PEWARNA Indonesia yang sudah tiga belas tahun lamanya di Indonesia, adalah lembaga yang konsisten mengawal nilai-nilai kebenaran dan keberagaman. Dan hal tersebut dipandang serius, dengan melakukan sinergi dengan banyak tokoh masyarakat di Indonesia termasuk di Jakarta.
Dan hal itu juga diujudkan PEWARNA DKI Jakarta dengan mengukuhkan Anggota DPRD DKI Jakarta, Ir. Manuara Siahaan, sebagai Dewan Pengawas Pengurus Daerah (PD) PEWARNA DKI Jakarta untuk masa bakti 2025–2030. Pengukuhan yang dilakukan dihadapan Yusuf Mujiono, Ketua Umum PEWARNA Indonesia itu ditetapkan dalam Surat Keputusan Pengurus Pusat PEWARNA Indonesia Nomor 053/SK-DKI JAKARTA/PP-PI/VII/2026. Dan bagi PEWARNA Indonesia, pengangkatan ini sebagai ujud nyata komitmen PEWARNA Indonesia dalam memperkuat keberpihakan kepada masyarakat, khususnya mereka yang selama ini suaranya sering tidak terdengar.

Yusuf Mujiono menegaskan bahwa PEWARNA Indonesia lahir bukan hanya untuk membangun profesi wartawan Kristen, tetapi juga menjadi jembatan bagi masyarakat yang membutuhkan keadilan. “Kami ingin terus menjadi pewarta yang menghadirkan harapan, bukan sekadar menyampaikan berita,” demikian ujarnya. “Kami ingin suara rakyat kecil tetap memiliki ruang untuk didengar,” begitu lanjut Yusuf pada kesempatan itu. Sebagian besar anggota PEWARNA Indonesia adalah pengelola media kecil yang membangun media dengan segala keterbatasan.
Mereka bekerja tanpa dukungan modal besar, tapi tetap bertahan karena meyakini bahwa jurnalisme sebagai panggilan untuk melayani masyarakat. “Di balik layar media-media kecil itu ada keluarga yang menggantungkan hidup, ada idealisme yang dipertahankan, dan ada keberanian untuk tetap menyampaikan kebenaran meski menghadapi berbagai tantangan,” begitu papar Yususf. Maka kehadiran Manuara sebagai Dewan Pengawas diharap mampu memperkuat hubungan antara organisasi, masyarakat, dan pemerintah, sehingga aspirasi warga tidak berhenti di ruang diskusi,tapi menjadi bagian dari kebijakan publik.
Kepercayaan itu lahir dari rekam jejak Manuara yang dikenal membuka ruang dialog dengan berbagai elemen masyarakat melalui Rumah Aspirasi Manuara Siahaan. Beragam persoalan, mulai dari pendidikan, kebebasan beragama, persoalan sosial, hingga pelayanan publik menjadi perhatian dalam berbagai pertemuan yang digelarnya. PEWARNA Indonesia meyakini, pengawasan yang kuat bukan hanya menjaga organisasi tetap sehat, tetapi juga memastikan organisasi berpihak pada kepentingan masyarakat.
Di tengah tantangan era digital yang banjir informasi ini, PEWARNA Indonesia juga terus mengembangkan program literasi media bersama berbagai sekolah tinggi teologi dan komunitas. Langkah itu dilakukan agar media sosial tidak menjadi ruang saling menyerang, melainkan menjadi sarana menyebarkan edukasi, nilai kemanusiaan, dan persaudaraan. Bagi PEWARNA Indonesia, jurnalisme bukan hanya soal kecepatan menyampaikan berita, melainkan tentang keberanian menyuarakan mereka yang tidak memiliki akses untuk berbicara.
Dengan bergabungnya Ir. Manuara Siahaan sebagai Dewan Pengawas, PEWARNA Indonesia berharap kolaborasi antara insan pers, tokoh masyarakat, dan pemerintah semakin kuat dalam menghadirkan informasi berimbang, mengawal kebijakan publik, serta memastikan bahwa suara masyarakat kecil mendapat tempat dalam pembangunan Jakarta dan Indonesia. “Ketika media memilih berpihak pada kebenaran, maka yang memperoleh manfaat bukan hanya pembacanya, tetapi seluruh masyarakat.” Demikian ujar Yusuf menutup perbincangan.
RPK FM