Natal dan Tahun Baru Kondusif, Wakil MUI dan Ketua FKUB DKI Apresiasi Kinerja Polri
Written by Daniel Tanamal on 1 January 2026
Jakarta, RPK FM — Wakil Ketua Umum MUI DKI Jakarta sekaligus Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) DKI Jakarta, KH. Yusuf Aman, M.A., menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kepolisian atas terjaganya situasi aman dan kondusif selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Ia menilai perayaan berlangsung tanpa adanya gangguan maupun isu intoleransi.
Menurut Yusuf Aman, kondisi tersebut tidak terlepas dari sinergi kuat antara FKUB DKI Jakarta dengan aparat Kepolisian, TNI, serta pemerintah daerah. Kolaborasi lintas unsur tersebut dinilai efektif dalam memastikan seluruh rangkaian kegiatan Natal berjalan dengan aman dan damai.
Ia menjelaskan bahwa FKUB, mulai dari tingkat wilayah hingga pusat, turut terlibat langsung dalam pemantauan menjelang Natal sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta. Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga kerukunan dan mengantisipasi potensi gesekan di tengah masyarakat.
Dalam prosesnya, FKUB juga melakukan pemetaan terhadap sejumlah persoalan terkait lokasi rumah ibadah yang masih menjadi polemik. Aspirasi dari berbagai pihak ditampung, kemudian difasilitasi melalui koordinasi bersama kelurahan, kecamatan, serta aparat Kepolisian di tingkat Polsek dan Polres untuk dilakukan mediasi. Pendekatan dialog ini dinilai efektif dalam menumbuhkan sikap saling menghormati antarumat beragama.
Yusuf Aman menegaskan bahwa pada perayaan Natal tahun ini tidak ditemukan satu pun insiden yang mengganggu jalannya ibadah. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti nyata kerja keras aparat TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama momentum Natal dan Tahun Baru.
Ia juga menyebut bahwa ancaman teror yang pernah terjadi di masa lalu kini tidak lagi ditemukan. Ke depan, Yusuf berharap nilai-nilai ajaran agama, khususnya Islam yang menjunjung prinsip rahmatan lil alamin, semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat tanpa memandang perbedaan.
Selain itu, Yusuf Aman turut mengapresiasi kebijakan perayaan malam Tahun Baru yang dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di Sumatera. Instruksi Gubernur DKI Jakarta yang disambut Kapolri agar masyarakat tidak merayakan malam Tahun Baru dengan pesta kembang api dinilai sebagai langkah bijak dan penuh kepedulian.
Menurutnya, sikap tersebut menjadi bentuk solidaritas nasional yang memberi penguatan moral bagi para korban bencana. Doa bersama dan dorongan untuk berdonasi dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban saudara-saudara yang terdampak musibah. “Semoga bangsa ini semakin kuat dan dewasa dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman,” pungkas KH. Yusuf Aman.
Secara keseluruhan, perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung aman dan damai menjadi cerminan kuatnya sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan tokoh lintas agama dalam menjaga kerukunan. Kondisi ini diharapkan terus terjaga ke depan, sehingga semangat toleransi, saling menghormati, dan kepedulian sosial semakin mengakar di tengah masyarakat, memperkokoh persatuan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan bersama.
RPK FM