Insiden di Tambang Pongkor, Adian Napitupulu Dorong Investigasi Kemanusiaan
Written by Daniel Tanamal on 18 January 2026
Informasi mengenai munculnya asap putih tebal di area tambang emas PT Antam Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai beredar luas di masyarakat sejak beberapa hari lalu. Bersamaan dengan itu, muncul pula kabar tentang sejumlah warga yang diduga menjadi korban dan belum ditemukan.
Merespons situasi tersebut, Wakil Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Adian Napitupulu, turun langsung ke lokasi. Sebelumnya, Adian juga didatangi ribuan warga Desa Urug yang menyampaikan aspirasi mereka di Kantor Desa.

Di lokasi kejadian, Adian memastikan bahwa para korban merupakan warga Desa Urug dan wilayah sekitarnya. Ia meninjau langsung area sumber asap putih yang menutup jalur terowongan tambang dan menggambarkan kondisi di lapangan sangat berbahaya. “Kalau kita mendekat ke lokasi, kondisinya mirip asap fogging, tetapi jumlahnya sangat banyak dan berbahaya,” katanya.
Dorong Investigasi Kemanusiaan
Secara khusus, Adian meminta tim penyelamat PT Antam segera melakukan pencarian dan evakuasi terhadap warga yang masih belum ditemukan. Ia menekankan bahwa proses tersebut harus mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.
“Terlepas dari status mereka, ini adalah manusia. Ini soal kemanusiaan dan tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kejadian ini sudah berlangsung sejak hari Selasa hingga Kamis malam,” tegas Adian.
Adian juga menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya enam warga Desa Bangun Jaya, Kecamatan Cigudeg, yakni Firman, Asri, Soni, Barok, Deni, dan Adun. Mereka diketahui beraktivitas sebagai gurandil dan diduga meninggal akibat kehabisan oksigen setelah terpapar asap putih yang memenuhi terowongan tambang.
Selain enam korban jiwa, Adian menyebut masih ada sejumlah warga yang belum ditemukan. Berdasarkan laporan masyarakat, nama-nama yang dilaporkan hilang antara lain Jaka, Edi, Isep, Septiana, Akim, Aji Pangestu, dan Adam.
Kepala Desa Bangun Jaya: Enam Warga Meninggal
Kabar duka tersebut juga dibenarkan oleh Kepala Desa Bangun Jaya, Haji Abdul Halim. Ia mengonfirmasi bahwa enam warganya meninggal dunia akibat menghirup asap dari lubang tambang PT Antam Pongkor. “Ya betul warga Bangunjaya Cimapag Hilir ada 6 orang,” ungkapnya seperti dikutip dari Suara.com.
Hingga Kamis malam, proses pencarian masih terus dilakukan oleh berbagai pihak. Namun, upaya tersebut terkendala keterbatasan oksigen di dalam terowongan. Berdasarkan keterangan rekan-rekan korban, warga yang belum ditemukan diduga masih berada di bagian atas lubang terowongan tambang.
RPK FM