TNI Siaga Satu, Pengamat Militer John Palinggi: Langkah Antisipasi Ancaman Global
Written by Daniel Tanamal on 1 March 2026
Jakarta, RPKFM — Pengamat militer dan intelijen Dr. John Palinggi menilai peningkatan status Siaga Satu di lingkungan TNI merupakan langkah antisipatif pemerintah untuk menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika geopolitik global.

Menurutnya, keputusan tersebut berkaitan dengan meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah yang berpotensi menimbulkan dampak luas bagi berbagai negara.
“Eskalasi atau peningkatan perang di Timur Tengah ini sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya kita di Indonesia, tapi seluruh dunia,” kata John Palinggi.
Ia menjelaskan, Panglima TNI telah mengeluarkan perintah melalui Telegram TR Nomor 283 Tahun 2006 yang menginstruksikan peningkatan kewaspadaan di seluruh jajaran TNI.
“Intinya adalah di lingkungan TNI ditingkatkan status siaga satu. Siaga satu artinya kewaspadaan yang tinggi,” ujarnya.
Dalam perintah tersebut, personel dan alat utama sistem pertahanan diminta disiagakan serta dilakukan patroli di berbagai objek vital strategis seperti pembangkit listrik, bandara, pusat perbelanjaan, hingga kawasan diplomatik.
Selain itu, Komando Pertahanan Udara Nasional diperintahkan melakukan pengamatan udara selama 24 jam, sementara Badan Intelijen Strategis TNI diminta memantau situasi negara-negara yang terdampak konflik dan mendata warga negara Indonesia di wilayah tersebut.
John menilai langkah ini menunjukkan pemerintah berupaya mengantisipasi ancaman sejak dini.
“Bapak Presiden selalu melangkah lebih awal daripada situasi ancaman strategis yang mungkin kita hadapi,” katanya.
RPK FM