Menjadi Ibu yang Sempurna, Mungkinkah?

Written by on September 3, 2020

Kebanyakan wanita berusaha mencari kesempurnaan sebagai seorang ibu. Inilah yang membuat sering terpikir bahwa kita adalah ibu yang buruk. Kita harus menyadari bahwa tidak ada ibu yang sempurna dan tidak ada hal yang benar-benar sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan membuat kesalahan. Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk dapat menjadi ibu yang baik.

Osse Kiki, anggota Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI), mengajak Dra. Anisa Cahya Ningrum, Psikolog, Penasihat MotherHOPE Indonesia, untuk berdiskusi mengenai hal ini dalam program Obsesi RPK FM pada bulan Agustus 2020. MotherHOPE Indonesia merupakan komunitas yang peduli kesehatan jiwa ibu khususnya yang mengalami depresi pasca melahirkan. MotherHOPE Indonesia memberikan dukungan kepada semua ibu yang ingin sehat secara mental, dengan melakukan edukasi baik secara langsung, media sosial dan support group. Selain tentang depresi, komunitas ini juga memberikan ilmu parenting karna pola pengasuhan anak sangat berdampak pada kesehatan mental. Hingga saat ini terdapat 34.000 orang yang menjadi anggota di media sosial MotherHOPE Indonesia.

Anisa mengatakan bahwa lazim terjadi jika seorang ibu merasa kurang sempurna saat anaknya dianggap berbeda dengan anak lain. Kompetisi antar ibu yang terjadi saat ini dengan saling membanggakan prestasi anaknya bahkan sampai menjatuhkan, jika terus berkembang tentunya akan membuat ibu lain tidak nyaman. Hal ini dikarenakan belum banyak ibu mendapat edukasi bahwa perkembangan dan tumbuh kembang setiap anak itu unik dan tidak sama. Faktor ini yang perlu disadari oleh setiap ibu. Tidak hanya sehat secara fisik yang bisa mempengaruhi pola pengasuhan anak, namun perlu kesehatan mental. Anak perlu diterima dan disayangi apa adanya karna setiap anak memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Anak juga tidak perlu dipaksa untuk bisa seperti anak lain.

Apabila anak belum bisa mencapai kompetensi tertentu dalam pendidikan, bukan berarti kita sebagai orang tua bisa menyebutnya dengan kata ‘bodoh’. Terkadang apa yang terjadi pada masa kecil kita seperti dimarahi bahkan dipukul membuat kita tanpa sadar melakukannya juga kepada anak. “Yang perlu dilakukan dan tidak mudah adalah memaafkan orang tua terlebih dulu sebelum kita menata diri untuk memperlakukan anak kita. Selama kita masih belum melakukan itu, akan sulit karna di otak sudah terbentuk skema jika anak rewel ya dipukul”,ujar Anisa.

Kondisi pandemi yang terjadi saat ini sangat berdampak pada kesehatan mental ibu. Stres karna harus turun tangan mendampingi anak belajar di rumah, merasa khawatir kondisi kesehatan anak dan suami hingga masalah finansial pun cukup menganggu pikiran ibu. Supaya kesehatan mental tetap terjaga di tengah pandemi, kita harus membatasi media sosial yang sekiranya membuat cemas dengan menyaring informasi yang obyektif dari lembaga terpercaya, relaksasi dengan olahraga sederhana di rumah dan harus sadar jika butuh bantuan dokter, psikolog bahkan teman agar tidak sakit secara psikologis.

Yang lebih dibutuhkan seorang anak adalah sosok ibu yang bahagia bukan sempurna karna dari ibu yang bahagia akan memberi dampak untuk tumbuh kembang anak dan keluarga juga menjadi produktif. “Memeluk anak, memberi dukungan pada orang lain sesuai apa yang kita miliki atau ‘ngedate’ dengan anak satu per satu bisa mengefektifkan hormon kebahagiaan seorang ibu”, ujar Anisa.

Di akhir pembicaraan, Anisa juga memberikan tips bagi para single mom karna jika anak tidak mendapat stimulasi dari ayah memiliki resiko yang akan dihadapi yaitu figur ayah tidak akan maksimal diperoleh. Peran ayah dalam mengambil keputusan adalah salah satu yang dibutuhkan anak. Namun jika anak kehilangan figur ayah, ibu harus mencari figur pengganti agar anak tetap bisa melihat interaksi antara pria dan wanita dan tidak terkungkung dengan peran ibu saja.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL
WhatsApp us
%d bloggers like this: