Konferda Banten PEWARNA dan Perannya dalam Menyatukan Jurnalis

Written by on September 14, 2020

Suasana Konferda Banten PEWARNA berjalan dinamis, setelah kurang lebih tiga bulan dalam persiapan, maka Sabtu 12/9/20 di GPKDI victory ruko Panorama Rodeo Gading Serpong Tangerang, Banten. Sebanyak tiga puluh jurnalis Nasrani yang tergabung dalam Pewarna turut hadir dalam konferda yang berlansgung setengah hari itu.

Dalam konferda yang diketuai Philip Buulolo ini dirangkai dengan ibadah pembukaan yang dipimpin Ps. Dony ketua DPA GBI Banten, serta diawali diskusi dengan menghadirkan pimpinan aras dan ormas Kristen di Banten, antaranya ketua PGLII Banten Pdt Yusuf Eko W, MT.h, Jaya Purba dari Majelis Umat Kristen Indonesia, Gunawan dari wasekjend PPHKI yang mendampingi Sekjen PPHKI Arnold Hasudungan Manurung serta Pendeta Doni Susanto mewakili BPD GBI Banten.

Diskusi mengangkat peran jurnalis Nasrani pemersatu bangsa dalam bingkai Pancasila masing-masing bersepakat bahwasannya peran itu memang sangat mungkin dilakukan para jurnalis nasrani, mengingat Pewarna memiliki kebebasan bergerak, dengan demikian lebih mampu mewarnai bangsa khususnya di propinsi Banten ini, melalui tulisan yang mengangkat tema-tema kebersamaan serta peran dalam menyatukan gereja dan umat.

“Untuk itu perlunya menuliskan berita yang berimbang dan jangan hanya share berita begitu saja tanpa konfirmasi pada yang bersangkutan”, ungkap ketua PGLII Banten Pdt Yusuf Eko, disisi lain Hasudungan sekjen PPHKI sudah merasakan bagaimana kehadiran PEWARNA itu mampu memberikan dampak yang positif dalam keberagaman maupun dalam ke oikumenean gereja-gereja. Maka melihat peran itu  PPHKI Banten siap bekerjasama dengan PEWARNA, tambah Gunawan.

Sedangkan Jaya Purba dari MUKI berharap PEWARNA juga mampu menyajikan berita-berita yang memberikan pembelaan kepada kaum minoritas yang acapkali di anaktirikan, seperti pelarangan rumah ibadah ketidak adilan termasuk ketika ada pelayanan yang sudah melanggar etika.

Pendeta Doni yang juga menyampaikan kotbah menambahkan agar peran Pewarna makin intensif lagi dalam menjaga keberagaman yang ada, dengan mengangkat isu-isu kebersamaan antar sesama anak bangsa khususnya di Banten. Dalam hal ini Ps Dony berjanji akan menyiapkan anak-anak muda gereja agar dilatih menjadi jurnalis yang baik agar mampu menuliskan berita yang membangun kebersamaan dan kebhinekaan.

Acara konferda yang berlangsung dari jam 13.00 hingga 16.30 juga dihadiri jajaran pengurus pusat seperti Yusuf Mujiono Kertua Umum, Albert Muntu Bendahara Umum sekaligus memimpin ibadah penutup, Thony Ermando mewakili sekjen yang berhalangan hadir sebagai sekretaris satu, Horlas Suhardo Sitanggang coordinator wilayah Jawa, Bali, NTB dan NTT, Joe Macpal ketua bidang organisasi, Hervin ketua bidang Hukum dan Ketua DPD DKI terpilih Argo Pandoyo.

Menarik dalam pemilihan ketua ada dua kandidat yang maju, Philip Buulolo dan Joe Loing yang akhirnya berdasarkan voting, Philip secara meyakinkan terpilih memimpin PEWARNA Banten. Dalam sambutannya Philip akan melakukan mandate ini sepenuh hati dan akan segera merangkul teman-teman jurnalis yang ada di wilayah Banten. Dalam tempo dua minggu akan segera terbentuk pengurus lengkap. “Saya meminta dukungan semua pihak dan arah dari Ketua Umum untuk menjalankan mandate ini”, tutur pria yang tergabung dalam media SERGAP ini.

Yusuf Mujiono mengucapkan selamat kepada ketua terpilih dengan harapan Pewarna Banten mampu memberi warna di provinsi ini dengan menggandeng aras gereja, ormas dan gereja-gereja agar peran kebersamaan ini mampu mensinergikan eksistensi umat Kristen dalam memberi warna di Banten. Demikian pula terus menjalin kebersamaan dengan umat yang lainnya agar Indonesia khususnya Banten tetap terjaga keberagamannya.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL
WhatsApp us
%d bloggers like this: