Ada Pembatasan Bagi Pekerja dan Pekerja Migran Indonesia, Ini Syarat Perjalanan Mudik Lebaran

Written by on April 26, 2021

JAKARTA, RPK FM – Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, mengimbau pekerja/buruh swasta dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar tidak melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini pada tanggal 6 Mei sampai dengan 17 Mei 2021. Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor M/7/HK.04/IV/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Mudik Hari Raya Idul Fitri Tahun 1442 Hijriah bagi Pekerja/Buruh dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam Upaya Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang ditandatangani pada tanggal 16 April 2021 lalu.

Namun, kegiatan mudik diperbolehkan bagi pekerja yang mengalami kondisi darurat, seperti mudik yang dikarenakan keluarga sakit, anggota keluarga meninggal, kondisi hamil yang didampingi satu orang anggota keluarga, atau kepentingan persalinan dengan didampingi maksimal dua orang.

Dalam keterangan tertulisnya di laman resmi Sekretariat Kabinet RI, Ida menyampaikan bagi pekerja/buruh yang terpaksa mudik karena kondisi darurat diwajibkan untuk melampirkan print out surat izin keluar masuk (SIKM), berupa surat izin tertulis dari perusahaan yang dilengkapi tanda tangan basah/elektronik pimpinan perusahaan serta identitas pekerja/buruh. Sedangkan, bagi PMI dapat melampirkan surat izin tertulis dari Atase Ketenagakerjaan atau Staf Teknis Ketenagakerjaan atau pejabat dinas luar negeri yang ditunjuk oleh Kepala Perwakilan Republik Indonesia yang dilengkapi tanda tangan basah/elektronik dari Atase Ketenagakerjaan atau Staf Teknis Ketenagakerjaan atau pejabat dinas luar negeri.

Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 13 tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri 1442 H/2021 Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran COVID-19, ditentukan ada 8 kawasan yang dipebolehkan untut melakukan perjalanan lokal saat masa peniadaan mudik. Kawasan yang dimaksud meliputi :

  • 1 kawasan di Pulau Sumatera yaitu Medan, Binjai, Deli Serdang, dan Karo
  • 6 kawasan di Pulau Jawa yaitu Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Bandung Raya (Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung Barat), Yogyakarta Raya (Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul), Kedungsepur (Kendal, Demak, Ungaran, Semarang, Purwodadi) , Solo Raya (Kota Solo, Sukoharjo, Boyolali, Klaten, Wonogiri, Karanganyar, Sragen), dan Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo,Lamongan)
  • 1 kawasan di Sulawesi yaitu Maminasata (Makassar, Sungguminasa, Takalar,Maros)

Sementara itu, untuk mengantisipasi penularan COVID-19 akibat adanya arus mobilitas masyarakat, pemerintah juga memperketat aturan perjalanan pada H-14 dan H+7 dari masa peniadaan mudik lebaran. Apabila masyarakat melakukan perjalanan pada 22 April – 5 Mei dan 18 – 24 Mei 2021, surat keterangan hasil negatif PCR/Antigen yang berlaku 1×24 jam atau GeNose C-19 di bandara/pelabuhan/stasiun sebelum keberangkatan harus disiapkan. Jika surat keterangan menunjukkan hasil tes negatif COVID-19, namun pelaku perjalanan menunjukkan gejala COVID-19, maka tidak akan diizinkan melanjutkan perjalanan.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL