YUKI Rayakan HUT ke-72 dengan Ibadah Syukur: Melangkah Bersama dalam Kerukunan
Written by Daniel Tanamal on 22 July 2025
Jakarta, RPKFM – Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI) merayakan Hari Ulang Tahun ke-72 dengan penuh sukacita dan semangat kebersamaan melalui sebuah Ibadah Syukur yang digelar pada Jumat pagi (18/07/2025) di Auditorium Grha William Soeryadjaya, Cawang, Jakarta. Perayaan ini menjadi momentum spiritual sekaligus reflektif bagi seluruh keluarga besar YUKI untuk terus melangkah bersama dalam kerukunan dan semangat pelayanan yang menyala.

Acara yang sarat makna ini dihadiri oleh para Pembina, Pengawas, dan Pengurus YUKI, pimpinan Universitas Kristen Indonesia (UKI) dan Rumah Sakit Umum (RSU) UKI, serta para mitra strategis termasuk Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Ketua Umum Ikatan Alumni UKI (IKA UKI).
YUKI berdiri pada 18 Juli 1953 atas inisiatif Dewan Gereja-Gereja Indonesia (kini PGI), berdiri berdasarkan akta notaris Raden Kadiman Nomor 117, yang ditandatangani oleh tiga tokoh besar Kristen Indonesia: Mr. Todung Sutan Gunung Mulia, Mr. Yap Thiam Hien, dan Benjamin Thomas Philip Sigar. Tiga bulan setelah berdirinya yayasan ini, lahirlah Universitas Kristen Indonesia pada 15 Oktober 1953—tonggak penting dalam sejarah pendidikan Kristen di Indonesia.
Dalam sambutannya, Dr. Agustin Teras Narang, S.H., selaku Wakil Ketua Pembina YUKI, menegaskan pentingnya mengapresiasi perjalanan panjang ini. “Tujuh puluh dua tahun adalah suatu langkah yang patut kita syukuri dan rayakan. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi tentang dedikasi dan karya nyata,” ujarnya penuh semangat.
Ketua Umum IKA UKI, Esra Siregar, dalam ucapan ulang tahunnya, menekankan pentingnya persatuan dalam membangun masa depan. “Indonesia merdeka dan kuat karena bersatu. Demikian pula Yayasan UKI, Rektorat, dan RSU UKI—harus semakin rukun dan kuat dalam melayani,” tegasnya.

Ibadah syukur dipimpin langsung oleh Ketua Umum PGI, Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty, yang menyampaikan renungan mendalam tentang arti waktu dan momen spiritual dalam sejarah perjalanan YUKI. “Tujuh puluh dua tahun bukan hanya kronos, hitungan waktu biasa. Ini adalah kairos—momen-momen ilahi perjumpaan antara YUKI, UKI, dan RSU UKI dengan Allah yang terus mengutus dan menuntun,” ucapnya penuh penghayatan.
Menutup rangkaian acara, Ketua Pembina YUKI, Edwin Soeryadjaya, menyampaikan harapan agar tema perayaan kali ini — melangkah bersama dalam persekutuan yang rukun — menjadi refleksi bersama. “Ini bukan kebetulan. Tema ini mengingatkan kita semua untuk terus menjaga harmoni dalam pelayanan, menghindari perseteruan, dan memperkuat semangat kolektif,” ujarnya.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan kue ulang tahun dan sesi foto bersama sebagai simbol sukacita dan kebersamaan. Perayaan ini diakhiri dengan silaturahmi internal antara tiga organ Yayasan UKI, pimpinan Rektorat, dan Pimpinan RSU UKI di kantor sekretariat YUKI—mengukuhkan komitmen bersama untuk terus bersinergi membangun masa depan yang lebih gemilang.
RPK FM