Akademisi Prodi Pendidikan Biologi FKIP UKI Gelar PkM di SMA Negeri 1 Sitiotio Samosir
Written by Daniel Tanamal on 17 September 2025
Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Indonesia (UKI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMA Negeri 1 Sitiotio, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Kegiatan ini mengusung tema “Pemanfaatan Bioecoenzim dan Pupuk Lacuba untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan” dan diikuti oleh siswa kelas XI, Kamis (11/09/2025).
Acara dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah, Besman Nadeak, S.Pd., mewakili Kepala Sekolah, didampingi guru Biologi, Niaran Sinaga, S.Pd.. Dalam sambutannya, Besman menyampaikan apresiasi atas kehadiran tim dosen UKI yang membawa inovasi baru dalam pengolahan limbah organik. “Materi ini sangat bermanfaat, bukan hanya untuk pelajaran Biologi, tetapi juga untuk kehidupan sehari-hari. Inovasi ini relevan dengan kebutuhan masyarakat Samosir yang mayoritas bekerja di sektor pertanian,” ujarnya.
Tim PkM terdiri atas Dr. Drs. Sunarto, M.Hum. selaku Ketua Program Studi, Prof. Dr. Marina Silalahi, M.Si., Dr. Erni Murniarti, M.Pd., Dr. Fajar Adinugraha, M.Pd., Dr. Adisti Ratnapuri, M.Pd., Riska Septia Wahyuningtyas, M.Pd., dan Wahyu Agustianto, S.Pd. Mereka memandu langsung praktik pembuatan bioecoenzim dan pupuk lacuba, serta memberikan pemahaman mendalam mengenai manfaatnya.
Bioecoenzim merupakan cairan ramah lingkungan yang dihasilkan dari fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan. Cairan ini dapat memperbaiki kualitas tanah sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Sedangkan pupuk lacuba dibuat dari air bekas cucian beras yang difermentasi sehingga kaya nutrisi, mampu menyuburkan tanaman, dan meminimalkan pencemaran limbah cair rumah tangga.
Menurut Dr. Sunarto, kedua inovasi ini memiliki nilai strategis. Selain meningkatkan produktivitas pertanian, penerapannya juga membantu menjaga kebersihan lingkungan dan mendorong prinsip pertanian berkelanjutan. “Melalui pengabdian ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan ilmu yang berguna untuk lingkungan dan masyarakat,” jelasnya.
Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa yang terlibat langsung dalam praktik pembuatan pupuk organik tersebut. Di akhir acara, tim UKI menyerahkan plakat, sertifikat, dan charta berisi informasi lengkap tentang bioecoenzim dan pupuk lacuba kepada pihak sekolah. Dengan semangat kolaborasi ini, diharapkan tumbuh generasi muda yang peduli lingkungan serta siap menghadapi tantangan pertanian masa depan dengan cara yang ramah ekosistem.
RPK FM