Dies Natalis ke-7 Fakultas Vokasi UKI: Sinergi Kampus, Pemerintah, dan Industri untuk Cetak SDM Unggul Menuju Indonesia Emas
Written by Daniel Tanamal on 19 September 2025
Jakarta, RPKFM – Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat inovasi dan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan industri (DUDI), kampus diharapkan mampu mencetak lulusan yang siap kerja, tangguh, dan berdaya saing global.
Hal inilah yang menjadi sorotan utama dalam Seminar Nasional Fakultas Vokasi Universitas Kristen Indonesia (UKI) bertema “Penguatan Sinergi Triple Helix: Pendidikan Vokasi, Dunia Industri, dan Pemerintah untuk Lulusan Unggul dan Tangguh Menuju Indonesia Emas”. Acara ini menjadi puncak rangkaian Dies Natalis ke-7 Fakultas Vokasi UKI yang digelar pada Kamis, 18 September 2025, di Auditorium Graha William Soeryadjaya, UKI Jakarta, dan dihadiri oleh berbagai tokoh dari kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku industri.

Program Magang Nasional Bergaji untuk Fresh Graduate
Dalam paparannya, Dr. Beny mengungkapkan bahwa pemerintah tengah memfinalisasi Program Magang Nasional Bergaji yang menyasar para lulusan baru perguruan tinggi dengan masa kelulusan maksimal satu tahun. Program ini direncanakan akan mulai berjalan pada Oktober 2025.
“Program ini ditujukan bagi fresh graduate agar mereka memiliki pengalaman kerja yang relevan. Nantinya, Kementerian Tenaga Kerja akan menjadi pengelola utama melalui platform SIAPKerja, sementara Kemdiktisaintek mendukung dari sisi pendataan lulusan,” jelas Dr. Beny.
Ia menambahkan, perusahaan yang ingin menjadi penyelenggara magang akan melalui proses registrasi dan verifikasi di platform SIAPKerja. “Daftar perusahaan yang lolos verifikasi akan dipublikasikan, sehingga peserta dapat memilih tempat magang sesuai minat dan bidang keahliannya,” tambahnya.

Kurikulum Vokasi: 60% Praktik, 40% Teori
Sementara itu, Dekan Fakultas Vokasi UKI, Dr. Maksimus Bisa Lado Purab, menekankan pentingnya kemitraan erat antara perguruan tinggi, pemerintah, dan DUDI sejak tahap perencanaan pendidikan.
“Sejak awal, kurikulum pendidikan vokasi harus selaras dengan kebutuhan dunia industri. Karena itu, kami melibatkan pelaku usaha dalam penyusunan visi, misi, kurikulum, hingga proses pembelajaran,” ungkapnya.
Menurut Dr. Maksimus, kurikulum vokasi UKI dirancang dengan komposisi 60% praktik dan 40% teori agar lulusan memiliki keterampilan siap pakai sekaligus mampu menciptakan lapangan kerja baru. “Dengan lulusan yang kompeten, daya serap tenaga kerja meningkat dan perekonomian Indonesia akan semakin tumbuh,” ujarnya.
Fakultas Vokasi UKI saat ini memiliki empat program studi, yaitu Keperawatan, Manajemen Pajak, Analisis Keuangan, dan Fisioterapi. Ke depan, pihaknya berencana menyesuaikan program studi sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dalam dan luar negeri. “Banyak lulusan kami yang sudah bekerja di sektor nasional maupun internasional,” tambah Dr. Maksimus.

Dukungan terhadap Program Magang Bersertifikat
Selain magang nasional bergaji, Fakultas Vokasi UKI juga aktif mendukung Program Magang Bersertifikat yang telah lebih dulu berjalan. “Program ini sangat penting agar mahasiswa memperoleh pengalaman nyata dan siap menghadapi dunia kerja setelah lulus,” ujar Dr. Maksimus.

Rangkaian Acara dan Lomba Nasional
Seminar nasional ini menghadirkan pembicara dari berbagai sektor, di antaranya: Riza Damanik (Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM), Jimmy Ardianto (Sekretaris Lembaga Penjamin Simpanan), Tedy Alamsyah (Ketua Umum Perbarindo), Iwan Kurniawan (Head of Operation PT Crif Lembaga Informasi Keuangan), Rieka Handayani (Vice President Marketing Tokocrypto), Prof. Budi Anna Keliat (Pakar Keperawatan Jiwa), Dr. Citra Puspa Juwita (Akademisi Prodi Fisioterapi UKI) dan Dr. Beny Bandanadjaja, Direktur Belmawa Kemdiktisaintek RI.
Sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis, digelar pula Final Lomba BPRVOKUKI 2025 yang mempertandingkan berbagai kategori seperti cerdas cermat, grooming, dan vokal. Kompetisi ini diikuti oleh pelajar SMA/SMK hingga mahasiswa dari berbagai universitas di tingkat nasional.
Dengan rangkaian kegiatan ini, Fakultas Vokasi UKI menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pengembangan SDM unggul yang siap menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.
RPK FM