Ziarah ke TMP Kalibata: UKI Teguhkan Spirit Perjuangan di Usia ke-72
Written by Daniel Tanamal on 4 October 2025
Jakarta, RPKFM – Memperingati perjalanan panjang 72 tahun berdirinya Universitas Kristen Indonesia (UKI), jajaran pimpinan universitas melaksanakan ziarah ke Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta. Rektor UKI, Prof. Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA, memimpin langsung prosesi khidmat ini sebagai bentuk penghormatan kepada para tokoh pendiri sekaligus pemimpin UKI yang telah mewariskan dedikasi besar bagi dunia pendidikan Indonesia.

Rangkaian ziarah diawali dengan upacara penghormatan di Tugu Makam Pahlawan, dilanjutkan doa bersama serta tabur bunga. Suasana hening menyelimuti prosesi ketika Prof. Dhaniswara menundukkan kepala dan meletakkan karangan bunga, sebagai tanda penghargaan kepada arwah para pahlawan dan tokoh UKI yang telah menorehkan jejak pengabdian bagi bangsa dan gereja.

Rombongan kemudian berziarah ke makam sejumlah tokoh UKI, antara lain Laksda TNI (Purn.) R. Soesanto Mangastowo (Rektor UKI periode 1974–1979), Letjen TNI (Purn.) Dr. T.B. Simatupang (Ketua Yayasan UKI 1968–1989), Dr. Humala Tua Perdamean Rajagukguk, S.H. (Dekan FH 1991–1997), Sahala Richard Sianturi, S.H. (Pembantu Dekan FH 1989–1995), serta Brigjen TNI R. Slamet Harjono, yang juga merupakan ayah dari Prof. Dhaniswara.

“Pada hari ini kami berziarah ke lima tokoh penting yang masing-masing memiliki peran besar bagi UKI dan bangsa. Empat di antaranya adalah tokoh Kristen yang berjuang membangun pendidikan unggul, sementara satu adalah ayah saya sendiri, seorang Muslim yang mendukung penuh perjalanan pengabdian saya di UKI,” ungkap Prof. Dhaniswara dengan penuh haru.
Menurutnya, ziarah ini bukan sekadar tradisi, melainkan sebuah wujud syukur atas usia ke-72 UKI sekaligus pengingat bahwa universitas ini berdiri di atas fondasi perjuangan dan pengorbanan. “Dengan berziarah, kita tidak hanya mengenang jasa mereka, tetapi juga meneguhkan tekad agar generasi penerus tidak melupakan sejarah. Semangat pendahulu harus terus menginspirasi kita dalam melanjutkan perjuangan di zaman yang berbeda,” tambahnya.

Bagi UKI, ziarah ke makam para tokoh adalah cerminan penghormatan terhadap mereka yang telah menabur benih iman, ilmu, dan pengabdian. Warisan perjuangan itu kini menjadi pijakan bagi UKI untuk menatap ke depan, menghadapi era digital dan globalisasi dengan penuh inovasi.
“UKI berkomitmen menjadi perguruan tinggi bermutu, mandiri, dan inovatif. Internasionalisasi dan digitalisasi adalah arah yang tak bisa dihindari, dan UKI harus tampil sebagai pelopor dalam perubahan ini,” tegas Prof. Dhaniswara.
Sejalan dengan komitmen tersebut, UKI kini telah meraih Akreditasi Unggul dan 13 program studi berstatus Unggul dari total 34 prodi yang ada. UKI juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi internasional, membuktikan kiprah dan reputasi universitas ini di kancah global.
Prof. Dhaniswara menekankan bahwa lulusan UKI bukan hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur. “Kami ingin menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, berkarakter Pancasila, dan menghidupi ajaran agama dalam keseharian. Orang pintar saja tidak cukup; mereka harus rendah hati, peduli, disiplin, bertanggung jawab, profesional, dan berintegritas,” tandasnya.
Ziarah ke TMP Kalibata ini akhirnya menjadi momen reflektif, bukan hanya untuk mengenang jasa para tokoh UKI, tetapi juga sebagai pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Spirit para pendahulu kini menjadi nyala obor yang akan terus menuntun UKI dalam menggapai visi ke depan: melahirkan generasi unggul bagi gereja, bangsa, dan dunia.
RPK FM