PIKI Awards 2026 Apresiasi Sepuluh Tokoh dan Lembaga
Written by Argopandoyo Tri Hanggono on 25 October 2026
Jakarta, RPKFM – Persatuan Intelegensia Kristen Indonesia (PIKI) memberikan penghargaan kepada delapan tokoh dan dua lembaga melalui PIKI Awards 2026 yang digelar di Metro TV, Minggu (25/10/2026). Penghargaan ini diberikan atas kontribusi penerima dalam bidang toleransi, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, hingga pemberantasan korupsi.
Mengusung tema “Terang Allah Membawa Kebenaran” yang merujuk pada Efesus 4:15, malam penganugerahan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap individu dan lembaga yang dinilai memiliki integritas, menghadirkan inovasi, memberikan dampak nyata, serta menjaga keberlanjutan karya bagi masyarakat.
Delapan kategori penghargaan meliputi toleransi, riset dan inovasi, kesehatan, kebudayaan, lingkungan hidup, pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan antikorupsi. PIKI juga memberikan dua apresiasi khusus untuk bidang filantropi dan kebebasan beribadah.
Dalam kategori toleransi, penghargaan diberikan kepada Prof. Dr. Abidin Wakano, M.Ag., atas kiprahnya dalam merawat keberagaman di Maluku. Wilayah yang pernah mengalami konflik tersebut kini terus mengembangkan upaya membangun kerukunan antarumat beragama.
Di bidang riset dan inovasi, PIKI memberikan penghargaan kepada Prof. (H.C.) Dr. Carina Citra Dewi Joe atas perannya dalam pengembangan teknologi produksi massal vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Sementara itu, penghargaan bidang kesehatan diberikan kepada dr. Lie Agustinus Dharmawan, pendiri Yayasan Dokter Peduli (doctorSHARE). Sejak 2009, ia mengembangkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk melalui rumah sakit apung yang dirintis pada 2013 dan program Dokter Terbang.
Penghargaan bidang kebudayaan diberikan kepada Dr. Bambang Noorsena atas kajian dan pengabdiannya dalam menggali warisan iman serta tradisi lintas bangsa. Adapun penghargaan lingkungan hidup diberikan kepada Saptoyo, penggerak konservasi pesisir Sendangbiru yang sejak 1998 memadukan pelestarian mangrove, perlindungan terumbu karang, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam bidang ekonomi, PIKI mengapresiasi Gusti Ngurah Anom atau Ajik Krisna atas kiprahnya dalam mengembangkan usaha yang memberi ruang bagi produk UMKM lokal di Bali.
Penghargaan pendidikan diberikan kepada Saur Marlina Manurung atau Butet Manurung, pendiri Sokola Rimba yang mendampingi masyarakat adat melalui pendidikan kontekstual. Sementara itu, penghargaan antikorupsi secara anumerta diberikan kepada mantan hakim agung Prof. Dr. Artidjo Alkostar, yang dikenal melalui kiprahnya di bidang peradilan dan pengabdiannya di Dewan Pengawas KPK.
Dua apresiasi khusus diberikan kepada Yayasan Buddha Tzu Chi sebagai lembaga filantropi atas kerja kemanusiaan lintas suku, agama, dan golongan, serta Gugun Gumilar, Ph.D., atas konsistensinya memperjuangkan kebebasan beribadah dan jaminan konstitusional dalam kehidupan masyarakat multikultural.
PIKI Dorong Organisasi Berdampak bagi Bangsa
Ketua Umum DPP PIKI Maruarar Sirait mengatakan, PIKI Awards 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian organisasi dan mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Ini jadi momentum bahwa apa yang kita kerjakan selama empat bulan ini, bagaimana kita bisa berdiri di atas kekuatan sendiri, di kaki sendiri dengan mengandalkan Tuhan Yesus. Itu spirit yang kita bangun,” ujar Maruarar.
Ia menegaskan, PIKI ingin membangun organisasi yang memiliki visi dan misi jelas, dapat dipercaya, serta mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas.
Dalam beberapa bulan terakhir, PIKI menggelar sejumlah kegiatan nasional, di antaranya Seminar Nasional Kesehatan di Bandung, Seminar Nasional Dana Bagi Hasil di Tentena, Poso, Simposium Energi Nasional di UPH Karawaci, Banten, serta Seminar Nasional Hukum di Balai Kartini, Jakarta.
PIKI juga mengadakan diskusi kelompok terarah atau focus group discussion (FGD) untuk membahas berbagai isu dan tantangan yang dihadapi masyarakat. Dalam bidang kemanusiaan, organisasi ini turut menyalurkan bantuan bagi korban banjir di Sumatera Utara dan wilayah terdampak lainnya, gempa bumi di Flores, serta kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya dan Pontianak.
Maruarar menyampaikan, sejumlah rekomendasi PIKI juga mendapat respons dari pemerintah. Rekomendasi Simposium Nasional Energi, antara lain mengenai dorongan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dan prioritas penyediaan listrik bagi daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), telah diterima Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Menurut Maruarar, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan PIKI dalam program hilirisasi.
Sementara itu, rekomendasi dari Seminar Nasional Hukum disampaikan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin. Salah satu isu yang diangkat adalah mekanisme kepailitan untuk penyelesaian secara kolektif bagi korban tindak pidana.
Ke depan, PIKI menargetkan penguatan jaringan organisasi di berbagai daerah. Maruarar mengatakan, Barita Simanjuntak akan menyiapkan pembentukan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di sejumlah wilayah dalam dua bulan mendatang.
Ia berharap PIKI dapat mencapai perkembangan signifikan dalam lima tahun ke depan, dengan ukuran keberhasilan berupa kepercayaan publik, dampak nyata, keberanian menyampaikan gagasan, dan kemampuan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas.
Maruarar juga menyebut sejumlah tokoh nasional, seperti Johannes Leimena, T.B. Simatupang, Radius Prawiro, Sabam Sirait, dan Peter Sumbung, sebagai figur yang dapat menjadi inspirasi bagi PIKI.
“Perjuangan kita bukan hanya untuk umat Kristen, tetapi juga untuk semua masyarakat,” tegasnya.
Melalui PIKI Awards 2026, PIKI berharap karya para penerima penghargaan dapat menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi bagi Indonesia. Semangat Ad Caritas Et Veritas atau “Demi Kasih dan Kebenaran” menjadi penegasan bahwa kasih dan kebenaran perlu berjalan beriringan dalam pelayanan kepada bangsa.
RPK FM