Agrinas Jaladri & Babcock Gandeng IKA ITS untuk Percepaatan Modernisasi Kapal Ikan dengan Melibatkan Industri Galangan Nasional
Written by Daniel Tanamal on 22 October 2026
Jakarta, RPKFM – Forum Nasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat IKA ITS menegaskan bahwa keberhasilan program pembangunan ribuan kapal perikanan nasional tidak hanya ditentukan oleh investasi dan teknologi, tetapi oleh sinergi nyata antara pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan pelaku usaha untuk membangun kapasitas nasional yang berkelanjutan.
Demikian yang disampiakan oleh Ir. Boy Rubyanto, S.T.,M.T., S.H., selaku Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi dan Kaderisasi IKA ITS dalam pembukaan acara hari ini, Rabu (21/10/2026) di Ball Room Hotel Borobudur Jakarta.
Forum tersebut juga di tegaskan lagi oleh Rektor ITS, Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng, Ph.D.,IPU, ASEAN Eng, mengenai dukungannya terhadap Forum Nasional kali ini.
Dalam paparannya, Marsda TNI Dedy Laksmono, S.E., S.T., M.M., selaku Direktur Teknologi Potensi Pertahanan Ditjen Pothan Kemenhan mengatakan, forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas profesional untuk mempercepat kemandirian teknologi maritim nasional serta memperkuat daya saing industri perkapalan dan perikanan Indonesia di tingkat global.
“Penguatan industri perkapalan melalui pembinaan industri pertahanan, peningkatan kandungan lokal, transfer teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian maritim nasional serta memperkuat daya saing industri galangan kapal Indonesia. Hal ini disampaikan juga oleh Marsda TNI Dedy Laksmono
Pengurus Pusat IKA ITS kembali menegaskan perannya sebagai thought leader nasional melalui pengembangan konsep AQUILA (Agrinas Intelligence & Logistic Architecture), sebuah kerangka transformasi digital terintegrasi untuk industri perikanan yang dirancang menjawab tantangan global terkait keberlanjutan, ketertelusuran (traceability), akses pasar internasional, serta optimalisasi rantai pasok perikanan Indonesia.
Konsep AQUILA menggabungkan teknologi kecerdasan buatan (AI), analitik data, blockchain-enabled provenance, sistem logistik maritim, dan pengelolaan armada berskala besar untuk menciptakan ekosistem perikanan yang transparan, efisien, dan berdaya saing global.
Inisiatif strategis yang digagas oleh Heru Hermawan selaku Wakil Ketua Umum/Koordinator Bidang Maritim, Energy & Infrastructure Pengurus Pusat IKA ITS tersebut menunjukkan kontribusi nyata IKA ITS dalam menghadirkan solusi kebangsaan berbasis sains, teknologi, dan inovasi bagi sektor maritim Indonesia, sekaligus memperkuat positioning IKA ITS sebagai salah satu pusat pemikiran dan jejaring profesional terdepan dalam mendukung transformasi ekonomi biru nasional.
Gagasan tersebut langsung di sambut dengan baik oleh Centre of Excellence PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero), Ahmad Baihaqi S.T,M.MT, yang akan terus memperkaya gagasan ini kedepannya.
Gagasan strategis AQUILA tersebut telah menjadi salah satu topik penting dalam Forum Nasional Penguatan Ekosistem Industri Perkapalan dan Pertahanan Indonesia bertema “Strategi Transfer Teknologi dan Percepatan Pembangunan Kapal Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan 2026” yang diselenggarakan pada 21 Oktober 2026 di Hotel Borobudur Jakarta.
Forum ini menghadirkan keynote speech dari Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, M.OA., MBA, serta Boy Robyanto yang mewakili Ketua Umum IKA ITS, dengan opening remark oleh Rektor ITS, Prof. Dr. (HC). Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng, Ph.D.,IPU, ASEAN Eng.
Kegiatan ini juga diperkuat oleh paparan internasional dari Ilgi Kim (Chief Commercial Officer Babcock International) dan diskusi panel yang menghadirkan perwakilan strategis dari Kementerian Pertahanan RI, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero), Ipperindo dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas profesional untuk mempercepat kemandirian teknologi maritim nasional serta memperkuat daya saing industri perkapalan dan perikanan Indonesia di tingkat global.
Penguatan industri perkapalan melalui pembinaan industri pertahanan, peningkatan kandungan lokal, transfer teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan merupakan langkah strategis untuk mewujudkan kemandirian maritim nasional serta memperkuat daya saing industri galangan kapal Indonesia.
Hal ini disampaikan juga oleh Marsda TNI Dedy Laksono selaku Direktur Teknologi Potensi Pertahanan Ditjen Pothan Kemenhan dalam acara Forum nasional ini.
Dr. Didit Herdiawan menyebut, bahwa sektor kelautan dan perikanan merupakan salah satu sektor strategis dalam mendukung ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir.
“Pemerintah Indonesia melalui Grand Strategy Modernisasi Kapal Perikanan 2026–2029 menargetkan modernisasi 4.582 unit kapal perikanan modern,” ungkap Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Laksamana TNI (Purn) Dr. Didit Herdiawan, M.OA., MBA, dalam acara Forum Nasional di Hotel Borobudur Jakarta yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat IKA ITS.
Pengurus Pusat Ikatan Alumni ITS (PP IKA ITS) menegaskan dukungan penuh terhadap Program Pemerintah yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Pertahanan (KEMENHAN) melalui *Babcock (Kerjasama RI-UK: 1.582 unit kapal) dan PT. Agrinas Jaladri Nusantara Persero (3.000 unit kapal).
RPK FM