Tetap Waras di Masa Keras

Written by on September 9, 2020

Banyak peristiwa yang sering terjadi di luar dugaan kita. Terlebih di masa pandemi saat ini, membuat kita rentan mengalami depresi. Menghadapi Covid-19 harus dengan senang, bahagia, dan waras. Lalu, bagaimana agar kita tetap waras di masa pandemi?

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) waras dapat diartikan sebagai sehat jasmani dan rohani. Namun Nana Padmo, Co Founder Lingkar Inspirasi Keluarga Edukatif (LIKE) Indonesia, menuturkan bahwa waras adalah bagaimana cara kita merespon setiap peristiwa agar tetap membuat kita tidak kehilangan akal, emosi tidak kacau, tetap cool dan memiliki solusi. Jika kita lebih mudah bereaksi negatif atas segala sesuatu yang dialami seperti hanya menyalahkan keadaan bahkan Tuhan, Nana mengkategorikannya dengan ‘tidak waras’.

Idealnya saat mengalami masalah, kita harus mencari solusi. Namun tidak banyak orang melakukan hal tersebut. Perasaan biasanya akan lebih sensitif saat ada masalah, padahal otak dan pikiran yang seharusnya bekerja lebih keras untuk mencari solusi. “Ketika perasaan kena hantam, kita akan panik, takut, khawatir dan cemas kemudian jadi marah dan pikiran jadi berkabut, akhirnya tidak bisa cari solusi”, ujar Nana kepada RPK FM dalam program Obsesi pada bulan Agustus 2020 yang lalu. Nana juga menambahkan bahwa sah saja jika kita bereaksi terlebih dahulu saat mengalami masalah kemudian berpikir karna manusia adalah makhluk yang memiliki pikiran dan perasaan. Namun setelah kita mengekspresikan perasaan, selanjutnya pikiran juga harus diberi kesempatan, ingin diolah menjadi positif atau negatif.

Banyak hal yang bisa kita lakukan agar tetap waras, salah satunya adalah berada di lingkungan yang positif. Kondisi lingkungan akan mempengaruhi cara berpikir dan mengambil tindakan saat kita mengalami masalah. “Memilih teman itu penting banget. Boleh berteman dengan siapa saja, tapi memilih lingkaran sebagai tempat curhat harus benar-benar yang berkualitas. Kita harus pilih orang yang positif, maju, bisa membantu cari solusi, tidak ngejudge kita dan pikirannya selalu encourage kita agar tetap semangat,” saran Nana.

Penggunaan media sosial juga bisa membuat rasa cemas dan depresi. Dengan mengikuti akun yang menampilkan konten positif, bisa membantu kesehatan mental kita tetap terjaga. Namun, saat orang lain menunjukkan hal positif di media sosialnya, kita harus buang jauh-jauh pemikiran bahwa kehidupan orang lain lebih baik daripada hidup kita. Karna seharusnya yang kita lakukan adalah mengambil sisi positif dari apa yang orang lain bagikan. Selain itu, berolahraga dan tidur yang cukup juga bisa membantu kita agar tetap waras dalam menghadapi masalah.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL
WhatsApp us
%d bloggers like this: