Finalis Miss Indonesia Soraya Hapsari Ingatkan Pentingnya Kepekaan dan Ketulusan dalam Politik
Written by Daniel Tanamal on 6 September 2025
Yogyakarta, RPK FM — Situasi politik nasional yang memanas belakangan ini menjadi perhatian Soraya Hapsari, Finalis Miss Indonesia yang juga pernah terjun ke dunia politik. Baginya, politik bukan sekadar soal popularitas dan perebutan kekuasaan, tetapi tentang kepekaan dan ketulusan hati dalam melayani rakyat.
“Saya pernah merasakannya langsung, bagaimana terjun ke politik itu bukan perkara mudah. Politik itu tanggung jawab yang besar. Kita tidak boleh asal bicara atau bertindak tanpa benar-benar memahami dampaknya,” ujarnya saat ditemui di Palagan Sleman, DIY, Kamis (4/9/2025).
Soraya menuturkan pengalamannya saat pertama kali maju sebagai calon legislatif beberapa tahun lalu. Meski meraih suara yang cukup signifikan, ia mengakui dirinya belum sepenuhnya siap kala itu. “Waktu itu saya masih muda sekali. Saya punya semangat, tapi belum cukup bekal. Karena itu, saya memutuskan untuk berhenti sejenak, belajar, dan memperkuat kapasitas diri,” kenangnya.
Kini, meskipun lebih banyak fokus pada bisnis kuliner yang ia kembangkan di Yogyakarta, Soraya tetap mengikuti perkembangan politik. Ia menekankan bahwa seorang politisi atau publik figur harus memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat, khususnya di tengah situasi ekonomi yang sulit. “Kalau rakyat sedang kesusahan, kita yang berada di atas jangan sampai terlihat seperti bersenang-senang. Itu bisa menyakiti hati mereka,” ucapnya dengan nada penuh empati.
Soraya juga memberi pesan bagi para publik figur yang tertarik terjun ke dunia politik. Menurutnya, popularitas bukanlah modal utama, melainkan ketulusan dan kesiapan untuk benar-benar mendengar aspirasi rakyat. “Kalau kita belum paham sesuatu, lebih baik diam dulu dan belajar. Jangan sampai kita mengeluarkan pernyataan yang justru memperkeruh keadaan atau melukai orang lain,” katanya bijak.
Ia meyakini, politik sejatinya adalah sarana pelayanan. Seorang pemimpin atau wakil rakyat, kata Aya, demikian panggilan akrabnya, seharusnya hadir untuk menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat. “Politik itu bukan panggung untuk kita sendiri. Politik itu tentang rakyat, tentang mendengar, dan tentang bekerja sungguh-sungguh untuk mereka,” tegasnya.
Meski kini tengah mengembangkan dua bisnis kuliner-nya, Soraya tidak menutup kemungkinan kembali ke dunia politik di masa depan. Baginya, pelayanan kepada masyarakat bisa dilakukan melalui banyak cara, baik lewat kursi legislatif maupun lewat karya nyata di dunia usaha.
“Untuk saat ini saya ingin fokus dulu di bisnis dan membangun usaha yang bermanfaat. Tapi kalau nanti waktunya tiba, saya siap kembali dan melayani lewat jalur politik,” tutupnya dengan senyum optimis.
RPK FM