Gerakan Pemuda Marhaenis Rote Ndao Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

Written by on 9 July 2026

Jakarta, RPKFM – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) resmi memperluas kiprahnya di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur, melalui pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GPM Rote Ndao periode 2026–2029. Organisasi kepemudaan nasionalis-kerakyatan tersebut menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekonomi daerah dengan menjadikan desa sebagai titik awal pembangunan ekonomi rakyat.

Pelantikan yang berlangsung pada Jumat, 3 Juli 2026, di Desa Pilasue, Kecamatan Rote Selatan, dipimpin langsung oleh Ketua DPD Gerakan Pemuda Marhaenis Nusa Tenggara Timur, Aulora Agarava Modok. Momentum tersebut sekaligus menjadi awal penguatan peran pemuda desa dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Pelatihan Ekonomi Kreatif bertema “Pemuda Marhaenis, Penjaga Batas Negeri, Penggerak Kemandirian Ekonomi Rakyat”. Pelatihan ini diikuti oleh pengurus, anggota, dan relawan GPM yang mayoritas berasal dari kalangan generasi muda desa.

Ketua DPC Gerakan Pemuda Marhaenis Rote Ndao, Dedi Danial Sanu, mengatakan pelatihan tersebut menjadi langkah awal dalam membentuk jiwa kewirausahaan bagi pemuda desa agar mampu menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

“Pelatihan ini dilakukan untuk membangun mentalitas wirausaha bagi pengurus, anggota dan relawan yang adalah generasi muda desa. Tantangan zaman mengharuskan kemandirian ekonomi rakyat digerakkan dari desa,” ujar Dedi, yang juga berprofesi sebagai petani.

Menurutnya, Rote Ndao memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat apabila dikelola secara bersama-sama.

“Desa-desa kami ini memiliki potensi pertanian, peternakan, kelautan dan pariwisata yang menjanjikan bagi pengembangan ekonomi. Kami ingin seluruh entitas di desa merasakan dampak ekonomi dari komitmen bersama untuk membangun masyarakat lewat organisasi Gerakan Pemuda Marhaenis,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, mentor pelatihan sekaligus pengusaha muda, Sepriyanto Alexander Feni, ST, menekankan pentingnya pembentukan karakter dan mental pemuda sebelum terjun ke dunia usaha. Menurutnya, kesiapan mental menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.

“Pondasi dan karakter mental pemuda desa harus dibentuk sebelum memasuki dunia usaha yang penuh tantangan, agar kita bisa bertahan dalam menjalankan usaha. Inisiatif ekonomi harus digerakkan pemuda agar mereka menjadi insan yang berdaya secara ekonomi dan mampu menopang ekonomi desa dan daerah. Pemuda desa harus menjadi pribadi yang revolusioner, unggul, kreatif dan inovatif melihat peluang ekonomi yang ada di sekitarnya,” ujar Sepriyanto.

Sepriyanto yang juga menjabat sebagai Penasehat DPC Gerakan Pemuda Marhaenis Rote Ndao menambahkan, program pelatihan akan dikembangkan secara berjenjang agar para pemuda memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan dalam dunia usaha.

“Pelatihan ini akan kita buat berjenjang dengan keahlian dan ketrampilan praksis bagi pemuda. Kita juga akan fokus pada pengembangan ekonomi desa berbasis digitalisasi, sesuai peradaban teknologi hari ini,” tandasnya.

Gerakan Pemuda Marhaenis sendiri merupakan organisasi kepemudaan nasionalis-kerakyatan yang berdiri sejak 1947 dengan nama awal Pemuda Demokrat, sebelum berganti nama menjadi Gerakan Pemuda Marhaenis pada 1963. Kehadirannya di Nusa Tenggara Timur kini telah menjangkau sejumlah kabupaten dan akan terus diperluas ke berbagai wilayah sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat. GPM menegaskan komitmennya sebagai mitra strategis rakyat yang hadir untuk berjuang bersama rakyat Marhaen melalui penguatan ekonomi berbasis desa.


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL