Masa PSBB Jakarta Kedua: Masyarakat Lakukan Tindakan Preventif

Written by on September 18, 2020

Per 14 September 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). PSBB ini mendapat tanggapan dari berbagai pihak, termasuk dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) Wilayah DKI Jakarta. 


Melalui Ketua Umumnya, Pdt. Manuel E. Raintung kepada radiopelitakasih.com, kembali berlakunya PSBB ini merupakan hal yang sudah seharusnya dilakukan oleh kepala daerah. “..memang sudah seharusnya kepala daerah membijakinya dengan menarik rem yang mengharuskan seluruh elemen masyarakat untuk melakukan tindakan yang lebih preventif dalam mengendalikan serta mencegah penyebaran virus yang sudah relatif tinggi penularannya.”

Pendeta Raintung juga mengingatkan bahwa, gereja dan PGI Wilayah DKI Jakarta patut memberikan perhatian yang merupakan persoalan warga DKI Jakarta, Indonesia dan dunia ini. ” Ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah tetapi kita semua. Membatasi diri dalam hal perjumpaan yang melibatkan lebih dari 5 orang akan berpotensi adanya penularan.”


Selain itu juga, ada beberapa hal yang dihimbau oleh Pendeta yang juga adalah Ketua Majelis Jemaat GPIB Horeb, Jakarta Timur ini terutama dengan kegiatan peribadahan salah satunya meniadakan kegiatan peribadahan langsung di gedung gereja (on site) untuk sementara. “Jika sekarang ini diberlakukan PSBB, maka kami menghimbau agar gereja-gereja di wilayah DKI Jakarta tidak hanya melakukan gerakan doa saja tetapi berusaha pula mendorong warganya agar dapat melaksanakan pekerjaannya dari rumah serta membatasi berpergian. Dengan diam dirumah maka kita telah melakukan usaha membentengi  diri dan melindungi yang lain. Kampanyekan agar warga gereja taat dan patuh memenuhi protokol kesehatan secara maksimal. Atas nama PGI Wilayah DKI Jakarta, kami menghimbau sedapatnya kegiatan peribadahan dilakukan secara on streaming atau juga live streaming. Termasuk pula perkantoran gereja agar diminimalkan kehadiran pegawainya atau dapat dibagi tugas sehingga tidak mengundang warga untuk datang dan berkumpul di gedung gereja.” tandas Pendeta Raintung.


Terakhir, Pendeta Raintung juga mengingatkan agar warga Jakarta memiliki satu rasa terhadap pergumulan yang dialami secara global ini, ”Mari kita satu rasa terhadap pergumulan masyarakat dan bangsa kita. Dengan menutup ruangan gereja untuk perjumpaan warga gereja maka kita telah ikut serta memperkokoh kehidupan bersama sambil kita bersehati  untuk saling mendoakan. Jika perlu sebagai gereja, kita lebih banyak melaksanakan ibadah-ibadah sosial melalui karya bersama membantu warga yang bergumul dengan kesejahteraan sehari-hati. Saatnya pula, gereja2 yang berdekatan untuk berjejaring melakukan aksi2 kemanusiaan.”at


Reader's opinions

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


RPK FM

Education & Infotainment Station

Current track
TITLE
ARTIST

Positive SSL
WhatsApp us
%d bloggers like this: