UKI Bersama Kementerian PKP RI Dorong Akses Pembiayaan Perumahan Lewat Program KPP
Written by Daniel Tanamal on 19 November 2025
Jakarta, RPKFM – Universitas Kristen Indonesia (UKI) bersama Yayasan Universitas Kristen Indonesia (YUKI) menjalin kolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI untuk menyosialisasikan Program Kredit Program Perumahan (KPP). Program ini merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan di sektor perumahan, khususnya bagi pelaku UMKM dan masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.
Menteri PKP RI, Maruarar Sirait, menegaskan bahwa Program KPP dirancang untuk membuka kesempatan pembiayaan modal kerja serta investasi bagi UMKM, baik individu maupun badan usaha, demi mendukung target pembangunan perumahan nasional.

“Kami mendorong Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memiliki rumah dan pemerintah secara resmi meluncurkan kredit usaha rakyat (KUR) di bidang perumahan atau KPP. Program ini untuk menyukseskan program tiga juta rumah yang ditetapkan sebagai salah satu dari Proyek Strategis Nasional Periode 2025-2029,” ujar Maruarar.
Kebijakan ini sejalan dengan Perpres No. 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025-2029 yang menetapkan penyediaan perumahan sebagai komponen penting strategi pembangunan nasional. Maruarar menambahkan bahwa relaksasi kebijakan KUR diperlukan untuk membantu pelaku usaha penyedia produk perumahan agar mampu menawarkan harga yang lebih terjangkau.

“Program ini dilaksanakan untuk mempercepat penyediaan rumah sekaligus memperkuat UMKM dan meningkatkan perekonomian nasional, yaitu melalui Program KPP. Dengan subsidi bunga dari pemerintah sebesar lima persen menyebabkan bunga yang ditanggung oleh para pelaku usaha menjadi jauh lebih ringan,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga menyediakan skema rumah subsidi dengan bunga lima persen dan PPN ditanggung pemerintah. “Program ini ditujukan untuk masyarakat yang pembayarannya dapat dicicil sebesar Rp 1.000.000 per bulan,” tambah Maruarar.
UKI Dorong Sinergi Akademisi, Pemerintah & Perbankan
Rektor UKI, Prof. Dhaniswara K. Harjono, menyampaikan bahwa kebutuhan akan rumah di Indonesia masih sangat besar, mencapai sekitar 10 juta unit. Program KPP diharapkan dapat menjadi solusi yang mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut.
“UKI mendukung komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan perumahan rakyat melalui skema kredit terjangkau dan bersinergi lintas sektor, termasuk kalangan akademisi. Oleh sebab itu, pentingnya adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan sektor perbankan dalam mendukung akselerasi program perumahan nasional,” ujar Dhaniswara dalam kegiatan yang berlangsung di Auditorium Graha William Soeryadjaya UKI Jakarta (18/11).
Kerja sama ini dinilai membawa dampak nyata bagi masyarakat kampus dan sektor konstruksi.
“Kerja sama UKI dan Kementerian PKP RI memberikan dampak yang luas. Yang tidak punya rumah menjadi punya rumah dan ekosistem konstruksi perumahan yang awalnya tidak punya modal bisa mendapatkan akses modal. Acara ini mempertemukan calon pembeli rumah dari kalangan civitas UKI dengan pengembang properti, lembaga perbankan penyalur KPR,” lanjutnya.
Kolaborasi Multi-Sektor untuk Percepatan Penyediaan Rumah

Sosialisasi ini dihadiri sivitas akademika UKI, pelaku usaha perumahan, serta para pengusaha UMKM yang bergerak dalam ekosistem perumahan. Turut hadir pula Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP RI Dr. Sri Haryati, S.Pi., M.Si., Ketua Pengurus YUKI Dr. David Tobing, serta Wakil Rektor UKI bidang Keuangan dan Pemasaran Dr. Juaniva Sidharta, S.E., M.Si.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan menggerakkan generasi muda untuk terlibat dalam program perumahan nasional.
Program KPP yang disosialisasikan mendapat dukungan dari sejumlah bank nasional, termasuk Bank BRI, Bank Jakarta, dan Bank BTN sebagai mitra strategis penyalur kredit perumahan rakyat.
RPK FM