Coretan Kritik terhadap Gibran Warnai Jakarta
Written by rpkfm on 4 November 2026
Polemik Surat Keterangan Penyetaraan Pendidikan milik Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menuai reaksi publik. Berbagai bentuk protes simbolis bermunculan di sejumlah daerah, mulai dari coretan di ruang publik hingga penurunan foto resmi Gibran.
Di Jakarta, coretan bertuliskan “Gibran Penipu” terlihat di beberapa sudut kota pada Selasa malam (3/11/2026). Tulisan bernada kritik tersebut diduga menjadi ekspresi keresahan sebagian masyarakat menyusul polemik dokumen penyetaraan pendidikan Gibran.

Persoalan ini mencuat setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan gugatan kasasi terkait surat keterangan penyetaraan pendidikan tersebut. Dalam putusannya, MA menyatakan surat keterangan penyetaraan itu tidak sah dan batal demi hukum.
Reaksi serupa sebelumnya juga terlihat di Sukabumi. Wakil Ketua DPRD Kota Sukabumi, Rojab Asy’ari, mengambil langkah simbolis dengan mencopot foto resmi Gibran yang terpasang di ruang kerjanya. Tindakan tersebut disebut sebagai bentuk sikap politiknya terkait polemik ijazah Wakil Presiden.
Aksi penurunan foto juga terjadi dalam sebuah diskusi di kantor DPP Masyumi. Foto Gibran yang terpasang di lokasi tersebut dilaporkan sempat diturunkan dan dicorat-coret sebagai bagian dari ekspresi protes terhadap polemik yang berkembang.

Gelombang aksi serupa kemudian terlihat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pada Rabu (4/11/2026), sekelompok aktivis dan tokoh yang tergabung dalam Forum Kebangsaan DIY menurunkan foto Gibran dari dinding Ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD DIY, Kota Yogyakarta.
Aksi tersebut terekam dalam sebuah video yang beredar di masyarakat. Foto Wakil Presiden yang sebelumnya terpasang di ruang rapat itu dicopot oleh sejumlah anggota kelompok tersebut.
Rangkaian peristiwa ini memperlihatkan beragam bentuk ekspresi ketidakpuasan publik terhadap polemik surat penyetaraan pendidikan Gibran. Dari coretan di ruang publik hingga aksi pencopotan foto pejabat negara, persoalan tersebut kini berkembang menjadi isu yang memunculkan respons di berbagai daerah.
RPK FM