Natal Nasional 2025: Tuhan Yesus Hadir untuk Keluarga
Written by Daniel Tanamal on 26 November 2025
Jakarta, RPK FM – Sahabat RPK, melalui khotbah pada ibadah pembukaan Rapat Panitia Natal Nasional perdana, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Pendeta Jacklevyn Manuputy mengingatkan gereja untuk tetap menyatakan terang sebagai identitas yang melampaui batas-batas dirinya, “Untuk merengkuh mereka yang tertindas,” begitu ungkapnya.
Hal itu menurut Pdt. Jacky sebagai tugas profetis setiap umat Kristen sebagai gereja yang hadir ke tengah-tengah masyarakat. Cukilan isi khotbah di tanggal 16 November 2025 itu diakhiri ungkapan bagi para panitia dengan ucapan “Tuhan memberkati panitia!”. Saat itu Sahabat RPK, para panitia berkumpul bersama Ketua Panitia Natal Nasional Maruarar Sirait, untuk menggelar rapat perdananya, di lantai 5 Grha Oikumene Jakarta.
Pada kesempatan itu, Maruarar yang juga Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Republik Indonesia ini, mengingatkan bahwa keprofetisan panitia salah satunya adalah dengan memberi perhatian bagi Koster Gereja; Anak Sekolah Minggu; Guru Sekolah Minggu, dan Guru Agama. Implementasi yang diharapkan adalah dengan menghadirkan kelompok-kelompok yang diperhatikan itu sebanyak 500 orang, di acara Natal Nasional.
Sahabat RPK, Perayaan Natal Nasional 2025 itu sendiri baru bisa dilaksanakan pada awal tahun baru 2026, tepatnya pada tanggal 5 Januari 2025. Perayaan tersebut, menurut Ara, diminta Presiden Prabowo, diselenggarakan dengan sederhana tapi berdampak besar. Seperti yang kita ketahui, bahwa setiap tahunnya siapa pun pemimpinnya, selalu meminta perayaan Natal diselenggarakan dengan sederhana, tidak meriah.
Sebegitu sederhananya, Sahabat RPK, sehingga Natal berskala nasional ini hanya diselenggarakan negara, di Istora Senayan, dengan kuota pengunjung lima ribu orang saja. Bahkan tahun ini negara tidak membantu pembiayaan perayaan hari raya yang dirayakan dua agama yang diakui negara. Ara mengatakan bahwa perayaan kali ini tidak menggunakan uang negara sama sekali. Oleh sebab itu keuangan pada perayaan tersebut didapat secara gotong royong.
Tema yang dipilih dalam perayaan kali ini “Tuhan Yesus Hadir untuk Keluarga”. Tema ini diangkat mengingat banyaknya persoalan yang mengganggu ketahanan keluarga. “Mulai dari masalah ekonomi hingga persoalan psikologis,” demikian Ara memaparkan. “Seperti judi online dan pinjaman daring,” tambahnya menjelaskan. Pada malam itu terkumpul uang sebanyak 27 milyard lebih, melalui acara yang dimulai dengan inisiatf Ara malam itu.
Sahabat RPK, Ara berinisiatif dengan membuka dukungan dana sebanyak sepuluh miliar, kemudian dilanjutkan oleh Juniver Girsang lima miliar, hingga pada James Riyadi sebanyak sepuluh miliar. Malam itu juga membuka kesempatan yang lain yang memiliki beban bersama untuk bergotong royong mendukungan mengumpulkan uang bagi kerja panitia. Bahkan Ara pun tanpa segan menambah satu miliar hingga nilainya mencapai lebih dari 27 miliar rupiah, dalam waktu kurang dari empat puluh menit.
Dengan kelakar di podium malam itu, menurut Kepala Kantor Staff Presiden, Mohammad Qodari, Ketua Pelaksana Panitia Natal Nasional, Pdt. Jason Balumpapoeng sangat beruntung, lantaran semua konsep pelaksanaan peenyelenggaraan sudah tidak perlu dipikirkan bersama para anggota panitia pelaksana Natal Nasional. Qodari juga mengatakan bahwa Ara malam itu memperlihatkan aura yang berbeda saat menyampaikan pidatonya, bila dibanding dengan saat Ara memimpin kepanitiaan yang lainnya.
Sahabat RPK, acara yang menjadi hangat itu dilanjutkan para panitia pelaksana melakukan rapat perdana mereka. Sementara Ara dan Qodari meninggalkan pertemuan yang sudah berlangsung lebih dari dua jam itu. Acara perayaan oleh rakyat untuk rakyat kepada rakyat ini sungguh memerlukan dukungan dari setiap partisipasi baik itu dukungan dana, daya, dan doa.
RPK FM